Welcome To SMKN 3 KUNINGAN

SMK Negeri 3 Kuningan adalah satu - satunya Sekolah Menengah Kejuruan yang berstatus RSBI ( Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ) yang berdomisili di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan didukung oleh suasana alam yang kondusif

Halaman SMKN 3 KUNINGAN

Ini merupakan gambar atau foto Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Kuningan, Dari sini terlihat jelas suasana Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Kuningan yang Aman, Sehat, Rindang, Indah.

Logo SMKN 3 KUNINGAN

Ini adalah Logo SMKN 3 Kuningan

MultiMedia Digital Studio

Di Sini melayani berbagai pesanan hasil MultiMedia seperti :PIN Bross, ID Card, Card Member, Video Shooting Transfer, Digital Printing, Foto Editing, Cetak Kartu Nama. Silahkan Hubungi Hot Line : 085 224 70 80 88

Branda Blog | Blog Pengembang

Branda Blog.... Admin dari Blog inilah yang membuat Blog Mading Stemga ini, dan beberapa POST-nya juga ada yang diambil dari Branda Blog, Silahkan Kunjungi Branda Blog ^_^

Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2011

Tarif Parkir di DKI Selama SEA Games Diusulkan Rp 5-10 Ribu/Jam

 Jakarta - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan tarif parkir selama pelaksanaan SEA Games XXVI menjadi Rp 5-10 ribu per jam. Usulan ini dinilai mampu mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan khususnya di sekitar venue.

"Harga yang diusulkan yakni Rp 10 ribu/jam untuk kendaraan roda empat dan Rp 5 ribu/jam untuk kendaraan roda dua," usul Ketua DTKJ, Azas Tigor Nainggolan, di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (27/10/2011).

Seperti diketahui, Jakarta menjadi salah satu tuan rumah SEA Games XXVI. Penyelenggaraan event ini akan dilakukan pada 11-22 November mendatang.

DTKJ menilai, kenaikan tarif parkir hingga 400 persen cukup efektif mengurangi kemacetan. Selain itu, aturan sementara ini menurutnya bukan hal baru karena juga pernah dilakukan di China saat menjadi tuan rumah SEA Games.

"Di China saat SEA Games tarif parkir dinaikan hingga 400 persen dan berhasil mengurangi kepadatan lalu lintas saat itu," katanya.

Adapun kawasan-kawasan yang cocok menerapkan tarif ini adalah di tengah kota atau gedung-gedung di sekitar venue SEA Games. Dengan adanya kebijakan sementara ini maka orang akan berfikir dua kali untuk menggunakan kendaraan berpergian selama event berlangsung.

"Jadi orang akan berfikir untuk menggunakan kendaraan saat berpergian. Prinsipnya kita mempersulit pakai kendaraan pribadi," tambahnya.

Jika kebijakan ini berhasil, bukan tidak mungkin usulan ini menjadi satu keputusan resmi pemerintah daerah. Dia menambahkan, penerapan tarif ini nantinya bisa dibarengi dengan sistem parkir zonasi yang sedang dikaji Pemprov DKI.

"Ini untuk tahap uji coba saja, jika berhasil bisa dilanjutkan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, menilai usulan itu tidak bisa diterapkan secara dadakan. Menurutnya, selama SEA Games nanti Dishub hanya akan memberlakukan pengaturan lalu lintas dan pemanduan para kontingen.

"SEA Games sudah dekat, kita hanya melakukan pengaturan dan pemanduan. Dan kendaraan yang membawa para atlet dilengkapi stiker agar mereka didahulukan," kata Pristono singkat.

Sumber : Detik.com

Rabu, 26 Oktober 2011

Kematian Simoncelli Bukan Salah Rossi dan Edwards

Ini Luka-luka Penyebab Kematian Marco Simoncelli

Mantan juara dunia kelas 500 cc, Wayne Gardner, memberikan kekuatan kepada Colin Edwards dan Valentino Rossi, yang terlibat dalam kecelakaan maut di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/2011), yang merenggut nyawa pembalap Italia, Marco Simoncelli. Menurut juara dunia 1987 tersebut, insiden tragis itu tak terhindarkan.
Edwards dan Rossi menabrak Simoncelli ketika Simoncelli jatuh dan meluncur ke jalur mereka. Pembalap Yamaha Tech 3 dan Ducati tersebut tak bisa menghindar sehingga terjadilah tabrakan yang membuat Simoncelli cedera parah pada kepala, leher, dan dada.
Gardner mengungkapkan hal tersebut karena dia pernah mengalami insiden serupa dengan Franco Uncini pada GP Belanda 1983. Waktu itu dia menabrak pembalap asal Italia tersebut ketika berusaha menghindari para rivalnya setelah terjadinya kecelakaan di tengah trek. Saat itu Uncini sempat koma, tetapi bisa pulih dan sekarang menjadi perwakilan bidang keselamatan pebalap MotoGP.
Nah, berdasarkan pengalaman itulah Gardner tahu bagaimana perasaan Edwards dan Rossi. Bahkan, setelah itu muncul rumor bahwa Rossi segera pensiun meskipun Rossi sudah membantah gosip itu.
"Pernah mengalami insiden serupa dengan Franco Uncini beberapa tahun lalu, saya bisa merasakan bagaimana perasaan mereka," tulis Gardner tentang Edwards dan Rossi dalam sebuah kolom di situs pribadinya.
"Namun, itu bukan salah mereka. Tak ada yang bisa mereka lakukan. Keduanya akan memutar ulang peristiwa itu dalam pikiran mereka, lagi, dan lagi, lalu bertanya jika mereka seharusnya bisa belok ke kiri, ke kanan, atau mengerem lebih keras saat itu."
"Tetapi, ada sedikit penghiburan, yaitu rekaman TV saat kecelakaan. Sekarang dan di tahun-tahun yang akan datang, itu akan memperlihatkan pada mereka bahwa mereka jelas tak memiliki waktu untuk menghindari tabrakan itu. Hanya saja, sayangnya kasus itu terjadi di tempat yang salah dan saat yang tidak tepat."
Gardner juga mengungkapkan bahwa, menurutnya, kecelakaan itu jelas sangat tidak biasa dan sulit diprediksi karena cepat dan begitu mengerikan. Dia mengaku belum pernah melihat peristiwa seperti itu sepanjang berkecimpung di arena balap.
"Awal dari insiden itu tidak sepenuhnya jelas seperti yang terlihat di kamera. Semua yang kita lihat adalah motornya belok ke kanan dan masuk ke jalur Colin dan Vale. Saya rasa awalnya ia pasti kehilangan grip depan, dan hanya berusaha untuk mendapatkan grip lagi dan membuatnya bisa kembali meluncur lurus di lintasan," lanjutnya.
Pria asal Australia ini pun mengakui, MotoGP kehilangan pembalap hebat dan calon bintang besar. Sayang, semuanya terlalu cepat berakhir karena Simoncelli telah tiada.
"Dia bisa menjadi bintang masa depan," ujar Gardner kepada Fox Sports. "Dia tampaknya akan menjadi superstar masa depan. Tentu saja menjadi sebuah kehilangan yang besar."

Sumber : Tribun News

Penyebab Kematian Marco Simoncelli

 Dovizioso: Marco Simoncelli adalah Pembalap yang Kuat

TRIBUNNEWS.COM, SEPANG - Marco Simoncelli tewas akibat kecelakaan di Sirkuit Sepang Malaysia, Minggu (23/10/2011). Dokter dari pihak tim medis MotoGP, menyatakan penyebab kematian adalah sejumlah luka serius di kepala, leher dan dada.
Direktur tim medis MotoGP, Michele Macchiagodena mengatakan pembalap Tim Honda Gresini itu tak sadar saat anggota tim medis menjemputnya di lintasan balap. Mereka memberikan pertolongan pertama berupa CPR (napas buatan) baik di mobil ambulans maupun selama 45 menit di pusat medis MotoGP. Namun upaya itu tak mampu menyelamatkan Simoncelli.
"Akibat tabrakan hebat saat balapan oleh pembalap lain, dia dilaporkan mengalami luka serius di kepala, leher dan dada," kata Macchiagodena dikutip Eurosport.
Saat tiba di pusat medis dia segera diberi pertolongan dengan intubasi (pemasangan selang napas) dan bisa mengeluarkan darah dari rongga dada.
"Sayangnya itu tidak bisa menolongnya dan pada 16.56 kami mengumumkan dia telah tiada," ujar sang dokter.
Direktur Balapan, Paul Butler mengatakan kecelakaan akan diinvestigasi. Barter menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga Simoncelli. "Kami ingin menyampaikan penghormatan kepadanya," ujar Barter.

Marco Simoncelli Dead After Crashed With Edward and Rossi

http://static.guim.co.uk/sys-images/Sport/Pix/columnists/2011/6/3/1307141868490/Marco-Simoncelli--007.jpg


Salam Duka untuk Pembalap MotoGP Asal Italia #58 Marco Simoncelli

Simoncelli Tewas Setelah Terjatuh,Tertabrak,Tergilas Oleh Rossi dan Edward

Sehingga MotoGP Sepang Malaysia Dibatalkan

Pecinta MotoGP Mari Kita Doakan Agar Almarhum dapat diterima di sisi-NYA

(Copas ke Dinding Masing-Masing sebagai rasa simpati)



Grief To Rider MotoGP Italia Marco Simoncelli #58

Simoncelli killed after falling, hit by, crushed by Rossi and Edward

So MotoGP Sepang Malaysia Cancelled

MotoGP lovers Let Us Pray For Deceased acceptable in side-HIS

(Copy Paste Each Wall as a sense of sympathy)



The 24-year-old Simoncelli had his helmet knocked off in the accident, which occurred when the Italian lowsided from his bike at turn 11.

His bike veered across the track and he fell and was hit by Colin Edwards and Valentio Rossi.

The race was immediately cancelled.

"It is official. He is dead. He succumbed to his injuries," said an official with Dorna, the company that runs MotoGP.

Simoncelli, who was motionless on the track after the impact, had been fourth at the end of lap one.

Edwards also fell but escaped serious injury, while Rossi, on a Ducati, was able to return to the pits.
Look The Video







R.I.P Marco Simoncelli
27/1/1987 - 23/10/2011

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More